Selasa, 10 Januari 2017

PSIKOLOGI MANAJEMEN: PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KARIR

NAMA                        : SITI INDRIANTI H
KELAS                       : 3PA10
NPM                           : 1A514357
MATA KULIAH       : PSIKOLOGI MANAJEMEN

PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KARIR

Perencanaan Kerja
ð  Perencanaan kerja ialah suatu proses mempersiapkan usaha atau kegiatan yang akan dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan sebelumnya oleh pimpinan. Sistematis dalam arti teratur, dan logis dalam arti masuk akal sehingga bisa dipertanggungjawabkan.
·         Tujuan Perencanaan Kerja
ð  Bukan tujuan individual (perorangan) melainkan merupakan tujuan kolektif (ramai-ramai) atau tujuan organisasi (kelompok) yang secara tepat dapat dikatakan sebagai tujuan kantor sesuai dengan pembahasan di dalam buku ini. Perencanaan menghasilkan rencana sebagai bentuk konkritnya.
·         Unsur – unsur Dalam Perencanaan Kerja
1.      Tujuan
è Yaitu segala sesuatu yang hendak dicapai dalam usaha kerjasama atau organisasi. Tujuan yang dimaksudkan dapat berupa material ataupun alat pemuas kebutuhan spiritual. Untuk dapat dipakai sebagai dasar dalam pelaksanaan kerja, maka tujuan yang hendak dicapai haruslah dirumuskan secara jelas dan tegas.
2.      Politik atau Kebijaksanaan
è Adalah merupakan peraturan-peraturan atau pedoman yang digariskan oleh organisasi. Atau dengan kata lain lazim disebut sebagai pedoman tindakan untuk mencapai tujuan.
3.      Prosedur
è Yaitu suatu tata urutan pelaksanaan kerja yang harus dilakukan atau diikuti. Jadi dengan prosedur orang-orang akan senantiasa mengetahui dari mana mereka harus memulai dan mengakhiri tugas-tugasnya.
4.      Budget
è Yaitu suatu anggaran yang berupa ikhtisar daripada hasil yang diharapkan akan dicapai dan beaya atau input yang diperlukan untuk mencapai hasil itu. Budget itu lazimnya dinyatakan dalam bentuk angka-angka.
5.      Program
è Adalah campuran dari pada tujuan, politik, prosedur, dan budget yang dimaksudkan untuk menetapkan suatu kerangka tindakan untuk waktu yang akan datang.

Pengembangan Karir
ð  Andrew J. Dubrin (1982) mengemukakan bahwa pengembangan karir adalah aktivitas kepegawaian yang membantu pegawai-pegawai merencanakan karier masa depan mereka di perusahaan agar perusahaan dan pegawai yang bersangkutan dapat mengembangkan diri secara maksimum. 
ð  Definisi yang semakna bahwa pengembangan karir adalah suatu langkah yang ditempuh perusahaan untuk menghadapi tuntutan tugas karyawan dan untuk menjawab tantangan masa depan dalam mengembangkan sumber daya manusia di perusahaan yang merupakan suatu keharusan dan mutlak diperlukan (Siagian, 2001). 
ð  Pengembangan karir juga dapat didefinisikan sebagai pendekatan formal yang diambil organisasi untuk memastikan bahwa orang-orang dengan kualifikasi dan pengalaman yang tepat tersedia pada saat dibutuhkan, karena perencanaan dan pengembangan karir menguntungkan individu dan organisasi (Simamora, 2006).
·         Tujuan Pengembangan Karir
è Membantu pencapaian tujuan individu dan perusahaan dalam pengembangan karier karyawan yang merupakan hubungan timbal balik yang bermanfaat bagi kesejahteraan karyawan dan tercapainya tujuan perusahaan. Seorang pegawai yang sukses dengan prestasi kerja sangat baik kemudian menduduki posisi jabatan yang lebih tinggi, ini menunjukkan bahwa tercapai tujuan perusahaan dan tujuan individu.
è Menunjukkan Hubungan Kesejahteraan Pegawai Perusahaan merencanakan karir pegawai dengan meningkatkan kesejahteraannya sehingga memiliki loyalitas yang lebih tinggi.
è Membantu pegawai menyadari kemampuan potensinya. Pengembangan karir membantu menyadarkan pegawai akan kemampuannya untuk menduduki suatu jabatan tertentu sesuai dengan potensi dan keahliannya.
è Memperkuat hubungan antara Pegawai dan Perusahaan Pengembangan karier akan memperkuat hubungan dan sikap pegawai terhadap perusahaannya.
è Membuktikan Tanggung Jawab Sosial Pengembangan karier suatu cara menciptakan iklim kerja yang positif dan pegawai-pegawai lebih bermental sehat.
è Membantu memperkuat pelaksanaan program-program Perusahaan Pengembangan karir membantu program-program perusahaan lainnya agar tercapai tujuan perusahaan.
è Mengurangi Turnover (pergantian karyawan karena mengundurkan diri) dan Biaya Kepegawaian Pengembangan karier dapat menjadikan turnover rendah dan begitu pula biaya kepegawaian menjadi lebih efektif.
è Mengurangi Keusangan Profesi dan Manajerial Pengembangan karier dapat menghindarkan dari keusangan dan kebosanan profesi dan manajerial.
è Menggiatkan Analisis dari Keseluruhan Pegawai Perencanaan karir dimaksudkan mengintegrasikan perencanaan kerja dan kepegawaian
è Menggiatkan Pemikiran (Pandangan) Jarak Waktu yang Panjang Pengembangan karier berhubungan dengan jarak waktu yang panjang. Hal ini karena penempatan suatu posisi jabatan memerlukan persyaratan dan kualifikasi yang sesuai porsinya.
·         Unsur – Unsur Dalam Pengembangan Karir
1.      Membantu pegawai dalam menilai kebutuhan karir internya sendiri
2.      Mengembangkan dan memberitahukan kesempatan – kesempatan karir yang ada dalam organisasi
3.      Menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan pegawai dengan kesempatan – kesempatan karir

Perencanaan Karir Individual (Individual Career Planning)
Perencanaan karir individual terfokus pada individu yang meliputi latihan diagnostic, dan prosedur untuk membantu individu tersebut menentukan “siapa saya” dari segi potensi dan kemampuannya.
Perencanaan karir individual meliputi :
  1. Penilaian diri untuk menentukan kekuatan, kelemahan, tujuan, aspirasi, preferensi, kebutuhan, ataupunjangka karirnya (career anchor)
  2. Penilaian pasar tenaga kerja untuk menentukan tipe kesempatan yang tersedia baik di dalam maupun di luar organisasi
  3. Penyusunan tujuan karir berdasarkan evaluasi diri
  4. Pencocokan kesempatan terhadap kebutuhan dan tujuan serta pengembangan strategi karir
  5. Perencanaan transisi karir.
Perencanaan Karir Organisasional (Organizational Career Planning)
Perencanaan karir organisasional mengintegrasikan kebutuhan SDM dan sejumlah aktivitas karir dengan lebih menitikberatkan pada jenjang atau jalur karir (career path).
Tujuan program perencanaan karir organisasional adalah :
  1. Pengembangan yang lebih efektif tenaga berbakat yang tersedia.
  2. Kesempatan penilaian diri bagi karyawan untuk memikirikan jalur-jalur karir tradisional atau jalur karir yang baru.
  3. Pengembangan sumber daya manusia yang lebih efisien di dalam dan di antara divisi dan/atau lokasi geografis
  4. Kepuasan kebutuhan pengembangan pribadi karyawan
  5. Peningkatan kinerja melalui pengalaman on the job training yang diberikan oleh perpindahan karir vertical dan horizontal
  6. Meningkatkan loyalitas dan motivasi karyawan yang dapat menyebabkan berkurangnya perputaran karyawan
  7. Suatu metode penentuan kebutuhan pelatihan dan pengembangan.

Sumber:


Selasa, 06 Desember 2016

PSIKOLOGI MANAJEMEN: RANCANGAN KEGIATAN PELATIHAN (TRAINING)

NAMA                        : SITI INDRIANTI H
KELAS                       : 3PA10
NPM                           : 1A514357
MATA KULIAH        : PSIKOLOGI MANAJEMEN

RANCANGAN KEGIATAN TRAINING

NAMA PERUSAHAAN                  : PT HARLEY QUINN INDONESIA
DESKRIPSI PERUSAHAAN          :
ð  Perusahaan ini berdiri untuk pembuatan boneka yang berbentuk tokoh Harley Quinn, jacket yang di pakai tokoh Harley Quinn dan, sepatu dan kostum lain yang bertemakan dengan tokoh Harley Quinn yang berada di Film Suicide Squad. Perusahaan ini berbentuk pabrik pembuatan dan membuka cabang untuk menjualkan hasil produk dari pabrik kami. Kami membuka cabang hanya di wilayah Jabodetabek.
JABATAN PERUSAHAAN             :
1.      GENERAL MANAJER         = SITI INDRIANTI H
2.      MANAJER                             = KARNO
3.      SUPERVISOR                       = WINARTI
4.      HRD                                       = FAKHITAH ALMARZINI
5.      KEPALA CABANG             = LITA AGUSTIN
6.      STAFF ADMINISTRASI      = LIDYA ASTUTI
7.      KASIR                                    = 20 KASIR UNTUK DI BAGI 10 CABANG
8.      MARKETING/SALES          = 10 MARKETING/SALES UNTUK 10 CABANG
9.      DELIVERY ORDER                        = 100 DELIVERY ORDER UNTUK 10 CABANG
10.  OFFICE BOY/GIRL             = 30 OFFICE BOY/GIRL
11.  STAFF KEAMANAN           = 25 STAFF KEAMANAN

JUDUL TRAINING  = Presentation Skill
TUJUAN                   
ð  Mengembangkan keterampilan untuk menyusun dan menyampaikan presentasi secara efektif dan powerful
MATERI                    
ð  Tahapan dalam menyusun materi presentasi yang tepat sasaran, aturan dalam mengembangkan layout, teknik menyampaikan presentasi secara efektif, kiat mengelola rasa gugup dalam berhadapan dengan audiens
DURASI                     = 3 Hari untuk semua kategori pelamar pekerjaan

JADWAL KEGIATAN PELATIHAN
NO
WAKTU
KEGIATAN
HARI PERTAMA
1
08:00 - 09:30
PERSIAPAN DAN PEMBUKAAN
2
09:30 - 11:30
PAPER & PENCIL TEST
3
11:30 - 13:00
ISTIRAHAT/ISHOMAH
4
13:00 - 15:30
PRESENTASI INDIVIDUAL
HARI KEDUA
1
08:00 - 09:00
LEADERLESS GROUP DISCUSSION
2
09:00 - 11:30
BEI PANEL SETIAP PESERTA +/- 30 MENIT
3
11:30 - 13:00
ISTIRAHAT/ISHOMAH
4
13:00 - 16:00
LANJUTAN BEI
HARI KETIGA
1
08:00 - 08:30
BERKUMPUL DI AULA
2
08:30 - 09:30
PEMBUKAAN ACARA PENERAPAN  5R
3
09:30 - 10:00
PIDATO DARI MANAJER
4
10:00 - 12:00
PELATIHAN KERJA
5
12:00 - 13:00
ISTIRAHAT/ISHOMAH
6
13:00 - 17:00
LANJUTAN PELATIHAN KERJA




PSIKOLOGI MANAJEMEN: MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA - PENGEMBANGAN SDM

NAMA                        : SITI INDRIANTI H
KELAS                       : 3PA10
NPM                           : 1A514357
MATA KULIAH       : PSIKOLOGI MANAJEMEN

PSIKOLOGI MANAJEMEN (MSDM)
PENGEMBANGAN  SDM

Tiga teknik merancang pekerjaan berdasarkan pendekatan psikologi
1.      Job Enlargement
2.      Job Enrichment
3.      Sosiotechnical Job Design
·         Job enlargement
ð  Praktek yang memperluas isi dari pekerjaan yang meliputi jenis dan tugas dalam tingkat yang sama. Job enlargement seharusnya dapat menambah kesenangan untuk bekerja tapi tidak diwajibkan memberika pekerja tanggung jawab lebih.
ð  Ada 2 sistem pelaksanaan tugas
1.      Pelaksanaan tugas berkali – kali
2.      Pelaksanaan semua tugas yang membuat pekerjaan lengkap
ð  Menurut Raza dan Nawar, 2011, sebuah rancangan membuat pekerjaan “lebih besar” atau “lebih luas” dengan menambahkan jumlah tugas kerja yang harus di lakukan setiap orang.
·         Job enrichment
ð  Praktek yang memberikan karyawan tingkat kebebasan yang lebih tinggi terhadap perencanaan dan pengorganisasian pekerjaan melalui implementasi kerja dan hasil evaluasi.
ð  Tanggung jawab dan kekuasaan mengambil keputusan yang berhubungan dengan perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian kerja mereka sendiri.
·         Sosiotechnical Job design
ð  Desain kerja yang mengijinkan pekerja melihat bagaimana metode kerja, layout kerjasama antara pekerja dengan mesin.
ð  Pandangan sistem yang menekankan perlunya hubungan seimbangan antara manusia dan komponen teknologi dari organisasi

Sumber:
-          Power Point Psikologi Manajemen Univesitas Gunadarma, 2016